BRIN Kaji Risiko Kebakaran Kendaraan Listrik di Kapal Feri

oleh -1 Dilihat
Ilustrasi kapal feri di Korea Selatan.(UNSPLASH/RED SHUHEART)
Ilustrasi kapal feri di Korea Selatan.(UNSPLASH/RED SHUHEART)

KORANLIPOS.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengkaji risiko kebakaran kendaraan listrik yang diangkut menggunakan kapal feri. Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan sistem keselamatan transportasi penyeberangan mampu menghadapi karakteristik kendaraan listrik yang berbeda dengan kendaraan konvensional.

Di kutif dari Kompas bahwa penelitian dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melihat kondisi baterai kendaraan, tetapi juga mencakup aspek keselamatan kapal, proses pemuatan dan penempatan kendaraan, hingga kesiapan awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Transportasi (PRTT) BRIN, Ayudia Pangestu Gusti, mengatakan penelitian dilakukan dengan melihat keterkaitan antara baterai, sistem pengaturan baterai, kendaraan secara keseluruhan, serta sistem keselamatan kapal.

“Keselamatan kendaraan listrik di kapal tidak dapat dilihat dari satu aspek saja. Risiko tersebut bersifat sistemik sehingga tidak dapat dipandang dari satu aspek saja,” ujar Ayudia.

Dalam kajiannya, tim BRIN mengidentifikasi sejumlah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran kendaraan listrik. Di antaranya kerusakan baterai, kenaikan suhu yang tidak terkendali, korsleting, hingga kegagalan dalam proses pemadaman api.

Selain kondisi kendaraan, posisi dan penempatan kendaraan listrik di dalam kapal juga menjadi perhatian. Sebab, dalam kondisi darurat, posisi kendaraan dapat memengaruhi proses penanganan kebakaran maupun evakuasi.

Karakteristik baterai juga menjadi salah satu faktor penting dalam penelitian tersebut. Setiap jenis baterai memiliki perilaku berbeda ketika mengalami kebakaran.

Hasil pengujian BRIN menunjukkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) menghasilkan ledakan yang relatif lebih kecil, namun api dapat bertahan lebih lama. Sementara baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC) dapat menghasilkan suhu api yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.