Selain itu, Riza juga menyoroti pentingnya regenerasi kader PKK. Ia meminta setiap kecamatan mulai merekrut kader-kader muda agar keberlangsungan organisasi tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Kita perlu melakukan regenerasi. Saya berharap mulai merekrut kader-kader muda sehingga 10 tahun ke depan mereka bisa menjadi motor penggerak PKK maupun Posyandu,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pembinaan Posyandu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya dipersiapkan ketika ada penilaian atau kegiatan tertentu.
“Saya tidak suka yang sifatnya hanya disulap saat ada kegiatan. Apa yang ada di lapangan harus sesuai kondisi sebenarnya. Kalau memang belum baik, sampaikan apa adanya agar bisa dilakukan perbaikan,” tegasnya lagi.
Riza meminta seluruh pengurus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari Bhayangkari, Persit, sekolah-sekolah hingga organisasi lainnya dalam mendukung program pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud mengucapkan selamat kepada seluruh Ketua TP PKK Kecamatan yang baru dilantik. Ia menegaskan, sumpah dan janji yang telah diucapkan merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan keikhlasan.
“PKK adalah mitra strategis pemerintah yang memiliki struktur organisasi kuat mulai dari tingkat pusat hingga kelompok dasawisma. Peran TP PKK Kecamatan sangat penting agar program pemerintah benar-benar menyentuh keluarga,” kata Ratna Machmud.
Ratna meminta para pengurus yang baru segera melakukan konsolidasi internal dan menyusun program kerja yang realistis serta selaras dengan 10 Program Pokok PKK dan visi pembangunan Kabupaten Musi Rawas.
Ia juga menegaskan TP PKK merupakan mitra pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan.
“PKK harus mendukung program pemerintah di daerah. Pendamping kepala daerah, camat maupun kepala desa harus ikut membantu menyukseskan program-program pemerintahan di wilayahnya,” ujarnya.
Bahkan, Ratna Machmud mengingatkan agar para Ketua TP PKK menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.
“Yang malas-malasan mengurus PKK, lapor saya,” tegasnya disambut senyum para peserta.
Selain itu, ia meminta TP PKK Kecamatan mengoptimalkan peran kader dalam membantu percepatan penurunan angka stunting, pencegahan pernikahan usia dini, peningkatan literasi masyarakat, serta penguatan pola asuh anak di era digital.
Ia juga menginstruksikan agar fungsi kelompok dasawisma kembali dihidupkan serta pendampingan terhadap TP PKK desa dan kelurahan dilakukan secara berkelanjutan.
“Berikan edukasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan nyata kader di lapangan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” pesannya.







