5 Remaja Lubuk Linggau Jalani Rehabilitasi di BNN Lubuk Linggau

oleh -49 Dilihat
Kepala BNN Kota Lubuk Linggau M. Rizvy Qaswieny, S.H., M.H Foto : Dok. BNN Lubuk Linggau
Kepala BNN Kota Lubuk Linggau M. Rizvy Qaswieny, S.H., M.H Foto : Dok. BNN Lubuk Linggau

Heradiana menjelaskan, masyarakat yang ingin menjalani rehabilitasi cukup datang secara sukarela ke BNN Kota Lubuk Linggau dengan membawa dokumen administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, pasfoto dan materai.

Selanjutnya, petugas akan melakukan proses penerimaan awal, screening, hingga assessment untuk mengetahui riwayat penggunaan narkotika, tingkat keparahan ketergantungan, kondisi kesehatan, psikologis, sosial hingga dukungan keluarga.

Hasil assessment tersebut menjadi dasar penentuan apakah klien cukup menjalani rawat jalan atau harus menjalani rehabilitasi rawat inap.

Untuk klien yang masih memiliki pekerjaan dan belum mengalami gangguan kejiwaan berat, BNN biasanya memprioritaskan rehabilitasi rawat jalan agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kalau rawat jalan intensif biasanya dilakukan 8 sampai 12 kali pertemuan. Sedangkan kategori ringan cukup intervensi singkat sekitar empat kali pertemuan, kemudian dilanjutkan pembinaan hingga akhir,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh layanan rehabilitasi rawat jalan di BNN diberikan secara gratis.

Mulai dari proses penerimaan, screening, assessment, pemeriksaan kesehatan, tes urine hingga konseling tidak dipungut biaya.

Menurut Heradiana, penyalahguna narkotika memang tidak dapat dikatakan sembuh sepenuhnya, namun dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan normal tanpa menggunakan narkoba. Karena itu, dukungan keluarga menjadi faktor penting agar mantan penyalahguna tidak kembali kambuh.

“Ada tiga faktor utama agar tetap pulih, yaitu dukungan keluarga, kemauan dari klien sendiri untuk berhenti, serta pendampingan dari konselor selama proses rehabilitasi,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para pelajar agar lebih terbuka kepada orang tua ketika menghadapi persoalan, tidak mudah terpengaruh ajakan teman, serta mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan ekstrakurikuler maupun aktivitas di perpustakaan.

Sementara kepada para orang tua, Heradiana berpesan agar tidak hanya memberikan kepercayaan kepada anak, tetapi juga membangun komunikasi yang hangat dan melakukan pengawasan yang baik.

“Anak harus merasa nyaman bercerita kepada orang tua. Dengan kedekatan itu, mereka tidak akan mudah mencari pelarian kepada lingkungan yang salah maupun mencoba narkoba,” tegasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.