KORANLIPOS.COM– Hingga 15 September 2026, Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana (DPKPPB) Kota Lubuk Linggau mendata ada 57 kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Puncaknya, di Agustus dan September 2026. Dimana sepanjang Agustus ada 19 kejadian kebakaran Karhutla dan hingga 15 September ada 35 Kejadian.

Kabid Penanggulangan Bencana DPKPPB, Suryo Amrinata menyebut dari puluhan kejadian Karhutla tersebut sudah menghanguskan sekitar 20 sampai 22 hektar lahan dan paling banyak tersebar di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Utara I.
“Untuk sepanjang Januari hingga April tidak ada Karhutla, di Mei ada 2 Kejadian di Kelurahan Taba Jemekeh semak belukar 0,01 ha dan di Kelurahan Kayu Ara kebun seluas 0,1 ha. Juni kembali nihil, lalu Agustus ada 19 kejadian dan September 34 kejadian karhutla,” ungkap Suryo.
BACA JUGA : Cegah Karhutla, Pemkab Muba siapkan solusi pembukaan lahan tanpa membakar
Menurutnya, rata-rata karhutla tidak terlalu besar, menghanguskan antara 0,1 hektar hingga 0,2 hektar.
Sedangkan karhutla dengan titik api yang besar itu menghanguskan antara 3 sampai 4 hektar lahan seperti yang terjadi di belakang terminal Petanang kemarin.
“Kalau yang di tempat sampah itu sepertinya ada bekas bakat sampah yang ditinggal, atau memang bekas bakaran ternyata masih ada apinya karena tidak disiram. Untuk lahan kering, kebanyakan kejadiannya di pinggir jalan jadi dugaannya kesengajaan masyarakat. Namun ada juga diduga karena ada yang membuang puntung rokok sembarangan. Selain itu ada juga yang kejadian di dalam hutan. Tapi mayoritas di pinggir sepanjang jalan,” jelasnya.
Dalam sehari, di September ini ada kejadian Karhutla bisa 4 lokasi dalam sehari.







